Thursday, April 8, 2010
Wednesday, April 7, 2010
Tuesday, April 6, 2010
Friday, February 5, 2010
Majas
A. Majas/ Gaya Bahasa
Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa. Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata, frase, klausa, dan kalimat. Menurut Goris Keraf, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu: kejujuran, sopan santun, dan menarik.
Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Gaya bahasa perulangan
2. Gaya bahasa perbandingan
3. Gaya bahasa pertentangan
4. Gaya bahasa pertautan
1. Gaya Bahasa Perulangan
A. Aliterasi
Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi.
Contoh: Kau keraskan kalbunya
Bagai batu membesi benar
Timbul telangkai bertongkat urat
Ditunjang pengacara petah pasih
B. Asonansi
Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan.
Contoh: Segala ada menekan dada
Mati api di dalam hati
Harum sekuntum bunga rahasia
Dengan hitam kelam
C. Antanaklasis
Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda.
Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang.
D. Kiasmus
Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat.
Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.
E. Epizeukis
Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat.
F. Tautotes
Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.
Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
G. Anafora
Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.
Contoh: Kucari kau dalam toko-toko.
Kucari kau karena cemas karena sayang.
Kucari kau karena sayang karena bimbang.
Kucari kau karena kaya mesti diganyang.
H. Epistrofa (efifora)
Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan.
Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.
Aku mencercah daging ketika kau tidur.
I. Simploke
Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut).
Contoh: Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.
J. Mesodiplosis
Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh: Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.
K. Epanalepsis
Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris, klausa, atau kalimat.
Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya.
L. Anadiplosis
Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh: Dalam raga ada darah
Dalam darah ada tenaga
Dalam tenaga ada daya
Dalam daya ada segalanya
2. Gaya Bahasa Perbandingan
a. Perumpamaan
Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa.
Contoh: Seperti air dengan minyak.
a. Metafora
Metafora ialah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara implisit.
Contoh: Aku adalah angin yang kembara.
a. Personifikasi
Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak.
Contoh: Bunga ros menjaga dirinya dengan duri.
a. Depersonifikasi
Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama.
Contoh: Kalau engkau jadi bunga, aku jadi tangkainya.
a. Alegori
Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain:
Fabel, contoh: Kancil dan Buaya
Parabel, contoh: Cerita Adam dan Hawa
a. Antitesis
Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan.
Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian.
a. Pleonasme dan Tautologi
Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu. Contoh: Capek mulut saya berbicara.
Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari?
a. Perifrasis
Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).
a. Antisipasi (prolepsis)
Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi.
Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan.
a. Koreksio (epanortosis)
Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. Namun, kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah.
Contoh: Silakan Riki maju, bukan, maksud saya Rini!
3. Gaya Bahasa Pertentangan
a. Hiperbola
Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan, memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.
a. Litotes
Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
a. Ironi
Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Bagus benar rapormu Bar, banyak merahnya.
a. Oksimoron
Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama.
Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan.
a. Paronomosia
Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran kata-kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan maknanya.
Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah.
a. Zeugma dan Silepsis
Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya.
Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar.
Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar, tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain.
Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.
a. Satire
Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Contoh: Jemu aku dengan bicaramu.
Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
Sudah sepuluh tahun engkau bicara
Aku masih tak punya celana
Budak kurus pengangkut sampah
a. Inuendo
Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.
a. Antifrasis
Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Berbeda dengan ironi, yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan, sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu.
Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol).
Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga tak ada satu orang pun yang percaya padamu.
a. Paradoks
Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.
Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
a. Klimaks
Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa dan negara.
a. Anti klimaks
Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting.
Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan SD.
a. Apostrof
Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir kepada yang tidak hadir.
Contoh: Wahai dewa yang agung, datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman durjana.
a. Anastrof atau inversi
Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis.
Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.
a. Apofasis
Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu, tetapi sebenarnya justru menegaskannya.
Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar.
a. Histeron Proteran
Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami.
a. Hipalase
Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain.
Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah.
a. Sinisme
Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati.
Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung.
a. Sarkasme
Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar.
Contoh: Kau memang benar-benar bajingan.
4. Gaya Bahasa Pertautan
a. Metonimia
Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot.
a. Sinekdoke
Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri.
Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu.
Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia.
a. Alusio
Alusia ialah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang.
Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?
a. Eufimisme
Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap
merugikan atau yang tidak menyenangkan.
Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur.
a. Eponim
Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.
a. Antonomasia
Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai
pengganti nama diri.
Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.
a. Epitet
Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari
seseorang atau suatu hal.
Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara.
a. Erotesis
Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali.
Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan?
a. Paralelisme
Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian kata-kata atau frase-frase yang
menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.
- Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik).
a. Elipsis
Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa
unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis.
Contoh: Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).
Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek).
Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek).
Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan).
Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek).
a. Gradasi
Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata) yang diulang dalam konstruksi itu.
Contoh: Kita harus membangun, membangun jasmani dan rohani, rohani yang kuat dan tangguh, dengan ketangguhan itu kita maju.
a. Asindeton
Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar, tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Ayah, ibu, anak merupakan inti dari sebuah keluarga.
a. Polisindeton
Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana.
Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa. Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata, frase, klausa, dan kalimat. Menurut Goris Keraf, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu: kejujuran, sopan santun, dan menarik.
Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Gaya bahasa perulangan
2. Gaya bahasa perbandingan
3. Gaya bahasa pertentangan
4. Gaya bahasa pertautan
1. Gaya Bahasa Perulangan
A. Aliterasi
Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi.
Contoh: Kau keraskan kalbunya
Bagai batu membesi benar
Timbul telangkai bertongkat urat
Ditunjang pengacara petah pasih
B. Asonansi
Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan.
Contoh: Segala ada menekan dada
Mati api di dalam hati
Harum sekuntum bunga rahasia
Dengan hitam kelam
C. Antanaklasis
Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda.
Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang.
D. Kiasmus
Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat.
Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.
E. Epizeukis
Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat.
F. Tautotes
Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.
Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
G. Anafora
Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.
Contoh: Kucari kau dalam toko-toko.
Kucari kau karena cemas karena sayang.
Kucari kau karena sayang karena bimbang.
Kucari kau karena kaya mesti diganyang.
H. Epistrofa (efifora)
Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan.
Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.
Aku mencercah daging ketika kau tidur.
I. Simploke
Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut).
Contoh: Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.
J. Mesodiplosis
Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh: Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.
K. Epanalepsis
Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris, klausa, atau kalimat.
Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya.
L. Anadiplosis
Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh: Dalam raga ada darah
Dalam darah ada tenaga
Dalam tenaga ada daya
Dalam daya ada segalanya
2. Gaya Bahasa Perbandingan
a. Perumpamaan
Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa.
Contoh: Seperti air dengan minyak.
a. Metafora
Metafora ialah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara implisit.
Contoh: Aku adalah angin yang kembara.
a. Personifikasi
Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak.
Contoh: Bunga ros menjaga dirinya dengan duri.
a. Depersonifikasi
Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama.
Contoh: Kalau engkau jadi bunga, aku jadi tangkainya.
a. Alegori
Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain:
Fabel, contoh: Kancil dan Buaya
Parabel, contoh: Cerita Adam dan Hawa
a. Antitesis
Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan.
Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian.
a. Pleonasme dan Tautologi
Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu. Contoh: Capek mulut saya berbicara.
Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari?
a. Perifrasis
Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).
a. Antisipasi (prolepsis)
Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi.
Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan.
a. Koreksio (epanortosis)
Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. Namun, kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah.
Contoh: Silakan Riki maju, bukan, maksud saya Rini!
3. Gaya Bahasa Pertentangan
a. Hiperbola
Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan, memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.
a. Litotes
Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
a. Ironi
Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Bagus benar rapormu Bar, banyak merahnya.
a. Oksimoron
Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama.
Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan.
a. Paronomosia
Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran kata-kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan maknanya.
Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah.
a. Zeugma dan Silepsis
Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya.
Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar.
Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar, tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain.
Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.
a. Satire
Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Contoh: Jemu aku dengan bicaramu.
Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
Sudah sepuluh tahun engkau bicara
Aku masih tak punya celana
Budak kurus pengangkut sampah
a. Inuendo
Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.
a. Antifrasis
Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Berbeda dengan ironi, yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan, sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu.
Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol).
Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga tak ada satu orang pun yang percaya padamu.
a. Paradoks
Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.
Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
a. Klimaks
Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa dan negara.
a. Anti klimaks
Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting.
Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan SD.
a. Apostrof
Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir kepada yang tidak hadir.
Contoh: Wahai dewa yang agung, datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman durjana.
a. Anastrof atau inversi
Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis.
Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.
a. Apofasis
Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu, tetapi sebenarnya justru menegaskannya.
Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar.
a. Histeron Proteran
Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami.
a. Hipalase
Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain.
Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah.
a. Sinisme
Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati.
Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung.
a. Sarkasme
Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar.
Contoh: Kau memang benar-benar bajingan.
4. Gaya Bahasa Pertautan
a. Metonimia
Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot.
a. Sinekdoke
Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri.
Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu.
Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia.
a. Alusio
Alusia ialah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang.
Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?
a. Eufimisme
Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap
merugikan atau yang tidak menyenangkan.
Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur.
a. Eponim
Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.
a. Antonomasia
Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai
pengganti nama diri.
Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.
a. Epitet
Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari
seseorang atau suatu hal.
Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara.
a. Erotesis
Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali.
Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan?
a. Paralelisme
Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian kata-kata atau frase-frase yang
menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.
- Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik).
a. Elipsis
Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa
unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis.
Contoh: Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).
Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek).
Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek).
Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan).
Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek).
a. Gradasi
Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata) yang diulang dalam konstruksi itu.
Contoh: Kita harus membangun, membangun jasmani dan rohani, rohani yang kuat dan tangguh, dengan ketangguhan itu kita maju.
a. Asindeton
Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar, tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Ayah, ibu, anak merupakan inti dari sebuah keluarga.
a. Polisindeton
Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana.
Saturday, January 23, 2010
Soal dan pembahasan kimia karbon
- Senyawa 2-metil 1-pentanol berisomer dengan...
- metil propil eter
- dipropil eter
- isopentanol
- etil propil eter
- 3-pentanol
- Senyawa berikut yang bukan isomer dari C4H10O adalah...
- dietil eter
- tersier butil alkohol
- dietil keton
- 2-metil 2-propanol
- metil propil eter
Jawaban: c
Alasaan: C4H10O merupakan gugus fungsi alkohol/ eter dan gugus alkanon (keton) bukan isomer dari alkohol ataupun eter.
- Senyawa berikut yang merupakan pasangan isomer...
- n-heksana dengan sikloheksana
- pentana dengan 2-metil butana
- butana dengan butuna
- propana dengan propena
- 2,3-dimetil pentena dengan 2-pentena
- 2,2-dietil heksanal berisomer dengan...
- nonanal
- heptanal
- dekanal
- oktanal
- 3,3-dimetil heksanal
- CH3-C(CH3)2-CHO berisomer dengan...
- CH3-CH2-CH2-CHO
- CH3-C(CH3)2-CH2-OH
- CH3-CH2-CH2-CH2-CHO
- CH3-CO-C2H5
- CH3-CH2-CH2-CH2-COOH
- Diketahui rumus struktur sebagai berikut:
(1) CH3CH 2CH2CH2OH
(2) CH3CH2CH(OH)CH3
(3) CH3CH(CH3)CH2OH
(4) C(CH3)3OH
Yang merupakan isomer posisi dan juga isomer rangka adalah...
- 1 dan 2
- 1 dan 3
- 2 dan 3
- 3 dan 4
- 4
Jawaban: d
Alasan: Isomer posisi adalah isomer yang berbeda letak gugus fungsinya. Isomer rangka adalah isomer yang berbeda panjang rantainya (biasanya rantai lurus dengan rantai cabang). Yang memenuhi dari pengertian di atas adalah opsi d.
- Pasangan yang berisomer geometris adalah...
- CH2BrCH2Br dan CH3CH2Br
- CHBrCHBr dan CH2CHBr
- CHBrCHBr dan BrCHCHBr
- C2H5COH dan C2H5CHO
- C2H5COOCH3 dan CH3COOC2H5
- Nama senyawa CH2Br-CHI-CHCl2 adalah...
- 1-bromo 3-kloro 2-iodo propana
- 3-bromo 1-kloro 2-iodo propana
- 1-bromo 3,3-dikloro 2-iodo propana
- 3-bromo 1,1-dikloro 2-iodo propana
- 1,2,3-tribromo kloro iodo propana
- Dikloro metana dapat dibuat dari metana dan klorin melalui reaksi...
- Substitusi
- netralisasi
- adisi
- redoks
- eliminasi
- Reaksi: CH3-CH=CH2 + HCl menghasilkan...
- 2-kloro propana
- 3-kloro propana
- 1,3-dikloro propana
- 1-kloro propana
- 1,2-dikloro propana
- Haloalkana yang pernah digunakan sebagai pemadam kebakaran adalah...
- DDT
- C2H5Br
- bromo etana
- C2H5Cl
- CCl4
- Senyawa haloalkana yang digunakan sebagai zat anti septik pada luka adalah...
- freon
- PVC
- kloroform
- iodoform
- DDT
- Nama senyawa berikut adalah...
- 4-metil 2-kloro pentana
- 2-metil 4-kloro pentana
- 2,4-dikloro pentana
- 1,4-dikloro 2-metil pentana
- 1,3-dikloro pentana
- Zat-zat berikut banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Zat yang mengandung unsur halogen adalah...
- freon
- sakarin
- vetsin
- tetoron
- urea
- Terdapat beberapa jenis alkohol sebagai berikut:
- 1 dan 3
- 1 dan 2
- 1 dan 4
- 2 dan 3
- 2 dan 4
- Suatu senyawa C5H12O dapat bereaksi dengan Na dan jika dioksidasi akan menghasilkan zat yang dapat memerahkan lakmus. Senyawa tersebut adalah...
- 1-pentanol
- 3-pentanol
- 3-metil 2-butanol
- 2-pentanol
- 2-metil 2-butanol
- Pada reaksi antara C2H5OH dengan logam Na proses yang terjadi adalah...
- substitusi OH oleh Na
- substitusi H yang terikat pada O oleh Na
- substitusi H yang terikat pada C oleh Na
- substitusi semua oleh Na
- terputusnya ikatan antara kedua atom C
- Jika 2-butanol dioksidasi, zat yang terbentuk adalah...
- propanon
- butanal
- aseton
- asam butanoat
- butanon
- Alkohol sekunder jika dioksidasi dengan kalium dikromat dalam suasana asam sulfat encer, menghasilkan...
- keton
- alkena
- aldehid
- karbohidrat
- eter
- Senyawa yang termasuk alkohol polihidroksi adalah...
- etanol
- gliserol
- butanol
- lemak
- protein
- Suatu senyawa organik X memiliki Mr=60 dan mengandung 60% berat atom C, 13,3% H dan 26,7% O. Jika X dioksidasi menghasilkan asam karboksilat. Zat X tersebut adalah...
- asam asetat
- 1-propanol
- propanal
- 2-propanol
- propanon
- Diantara senyawa berikut yang tergolong eter adalah...
- CH3CH(C2H5)COCH3
- (CH3)2CHCH(OH)C2H5
- CH3CH2CHO
- CH3OCOCH3
- CH2CHOCH3C2H5
- Bila dibandingkan sifat-sifat eter dengan alkohol yang sesuai adalah
- eter lebih mudah larut dalam air
- eter lebih mudah menguap
- eter lebih reaktif
- eter tidak bereaksi dengan PCl5
- eter tidak terbakar
- Senyawa berikut yang dapat digunakan sebagai obat bius adalah...
- metanol
- gliserol
- etanol
- dietil eter
- glikol
- senyawa A (C4H10O) tidak bereaksi dengan logam Na. Senyawa A dengan larutan HI berlebih menghasilkan senyawa B, C dan H2O. Hidrolisis senyawa C menghasilkan 2-propanol. Senyawa A tersebut adalah...
- metil isopropil eter
- tersier butil alkohol
- metil n-propil eter
- isobutil alkohol
- sekunder butli alkohol
- Nama senyawa berikut adalah...
- 2,2-dimetil 3,3-dietil butanal
- 2,2-dietil 3,3-dimetil butanal
- 2,3-dietil 2,3-dimetil butanal
- 3-etil 4,4-dimetil pentanal
- 3,4-dietil 2,3-dimetil pentanal
- 2-metil pentanal dapat dibuat dengan mengoksidasi senyawa...
- 1-pentanol
- 2-metil 1-pentanol
- 2-metil 1-butanol
- 2-metil 2-pentanol
- 3-metil 1-pentanol
- Seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus, air kencingnya jika diuji dengan menggunakan larutan Fehling karena gula mengandung gugus...
- alkohol
- eter
- alkanoat
- alkanon
- alkanal
- Larutan aldehid yang digunakan untuk mengawetkan hewan percobaan adalah...
- formalin
- asam asetat
- asam formiat
- aseton
- alkohol
- Aldehid dan keton memiliki gugus fungsi yang sama, yaitu...
- gugus hidroksil
- gugus karbinol
- karboksilat
- gugus karbonil
- gugus amina
- Nama senyawa CH3CH(C2H5)CHO adalah...
- 2-etil propanal
- 2-etil 1-propanal
- 2-metil butanal
- 3-metil butanal
- 2-etil butanal
- Nama senyawa berikut adalah...
- 1,1-dimetil 2-butanon
- 4,4-dimetil 2-butanon
- 4-metil 2-pentanon
- 2-metil 4-pentanon
- isopropil metil keton
- Nama senyawa: CH3C(CH3)(C2H5)COC(CH3)2(C2H5) adalah...
- 2,4-dietil 2,4 dimetil 3-pentanon
- 2,2-dietil 4,4-dimetil 3-pentanon
- 3,3,5,5-tetrametil 4-heptanon
- 3,3-dietil 5,5-dimetil 4-heptanon
- 3,5-dietil 3,5-dimetil 3-heptanon
- Keton dapat dibuat dengan cara mengoksdasi...
- alkohol primer
- asam karboksilat
- ester
- alkohol sekunder
- aldehid
- Senyawa dengan rumus: CH3-CH2-CO-CH3 dihasilkan dari reaksi oksidasi zat A. Zat A tersebut adalah...
- CH3-CH2-CH2-CHO
- CH3-CH2-CHOH-CH3
- CH3-CH2-O-CH2-CH3
- CH3-CH2-CH2OH
- CH3-CH2-CH2-COOH
- Senyawa dengan rumus molekul C5H10O memiliki isomer berupa aldehid dan keton yang masing-masing berjumlah...
- 4 dan 3
- 3 dan 4
- 5 dan 4
- 4 dan 5
- 4 dan 4
- Reduksi aseton menghasilkan...
- asam asetat
- asetaldehid
- propil alkohol
- isopropil alkohol
- etanol
- Nama senyawa berikut adalah...
- asam 2,4-dietil 2-metil pentanoat
- asam 2,4-dietil 4-metil pentanoat
- asam 2-etil 2,4-dimetil heksanoat
- asam 4-etil 2,4-dimetil heksanoat
- asam 4-etil 4-metil heksanoat
- Jika 1,1 gram asam organik (R-COOH) tepat dinetralkan oleh 50 ml larutan NaOH 0,25 M, maka asam organik tersebut adalah...
- asam asetat
- asam butanoat
- asam heksanoat
- asam propanoat
- asam pentanoat
- Asam propionat dapat dibuat dengan mengoksidasi...
- CH3COCH3
- CH2OHCH2CH2OH
- CH3CH2OH
- CH3CHOHCH3
- CH3CH2CHO
- Asam asetat tidak digunakan untuk...
- mengatur keasaman pada makanan
- mengawetkan makanan
- pembuatan bahan peledak
- bahan baku pembuatan serat
- bahan baku pembuatan parfum dan esen buah-buahan
- Nama senyawa berikut adalah...
- asam 1,2,3-trihidroksi 1,2-pentadioat
- asam 2,3,4-trihidroksi 1,5-pentadioat
- asam 1,2,3-triol 1,2-dipentanoat
- asam 2,3,4-triol 1,2-dipentanoat
- Asam trihidroksi pentadioat
- Senyawa C4H8O2 yang bersifat asam berjumlah...
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- Senyawa organik yang termasuk golongan senyawa ester adalah...
- metil asetat
- metil etil eter
- 2-metil butanal
- metil amina
- 3-metil butanal
- Campuran yang hasil reaksinya berupa ester adalah...
- propanol dan natrium
- gliserol treiolet dan natrium hidroksida
- asam oleat dan natrium hidroksida
- propanol dan fosfor trioksida
- etanol dan asam asetat
- Hidrolisis butil asetat dalam suasana asam menghasilkan...
- butanol dan asam etanoat
- etanol dan asam butanoat
- butanol dan etanol
- asam etanoat dan asam butanoat
- butanol dan aseton
- Zat berikut yang tidak termasuk golongan ester adalah...
- minyak goreng
- esens pisang
- gula pasir
- sarang lebah
- lemak kambig
- Nama senyawa berikut adalah...
- 2,5 dimetil 3-pentanon
- diisopropil keton
- diisopropil ester
- isobutil propanoat
- isopropil isobutirat
- Reaksi berikut disebut reaksi...
- netralisasi
- penyabunan
- hidrolisis
- dekomposisi
- esterifikasi
- Hidrolisis etil propionat menghasilkan...
- propil alkohol dan asam etanoat
- asam etanoat dan etil alkohol
- isopropil alkohol dan asam etanoat
- asam asetat dan asam propionat
- etanol dan asam propionat
Jawaban: b
Alasan: Jumlah atom C pada soal adalah 6. Pada jawaban, yang jumlah atom C-nya 6 adalah dipropil eter. Jumlah atom C untuk opsi: (a) 4, (b) 6, (c) 5, (d) 5, (e) 5
Jawaban: b
Alasan: Jumlah atom C dan H sama. Siklo alkana berisomer dengan alkena, alkana tidak berisomer dengan alkena.
Jawaban: c
Alasan: 2,2-dietil heksanal mempunyai jumlah atom C sebanyak 10, jelas bahwa isomernya adalah dekanal.
Jawaban: c
Alasan: CH3-C(CH3)2-CHO adalah gugus alkanal. Isomer dari alkanal adalah keton, namun pada opsi (d) jumlah atom C-nya tidak sama. Jadi jawabannya adalah opsi c.
Jawaban: c
Alasan: CHBrCHBr merupakan isomer isomer chis dan BrCHCHBr isomer trans
Jawaban: d
Alasan: Penomoran rantai diprioritaskan pada halogen yang paling reaktif (dalam hal ini Cl) sehingga Cl berada pada rantai nomor 1.
Jawaban: a
Alasan: untuk mendapatkan CH2Cl2 diperlukan reaksi substitusi sebanyak 2 kali dari CH4 yang dialiri gas Cl2 dengan katalis sinar UV. Hasil dari reaksi ini adalah CH3Cl dan HCl. CH3Cl ini direaksikan kembali dengan gas Cl2 sehingga didapatkan CH2Cl2.
Jawaban: a
Alasan: Ikatan rangkap pada 1-propena akan pecah dan atom H pada HCl akan terikat pada atom C dengan ikatan rangkap yang pecah yang mengikat atom H terbanyak dan Cl terikat pada atom C dengan ikatan rangkap yang lain.
Jawaban: e
Jawaban: d
Jawaban: d
Alasan: Gugus halogen diprioritaskan, karena pada rantai CH2Cl terdapat cabang alkil (dalam hal ini metil) maka pada rantai tersebut diberi nomor 1.
Jawaban: a
Alasan: Freon merupakan salah satu cabang dari CFC (Cloro Fluoro Carbon).
(1) 2-propanol
(2) 2-metil 2-propanol
(3) 3-pentanol
(4) 2,2-dimetil propanol
Senyawa yang jika dioksidasi menghasilkan keton adalah...
Jawaban: a
Alasan: Alkohol yang menghasilkan keton (alkanon) jika dioksidasi adalah alkohol sekunder.
Jawaban: a
Alasan: Senyawa di atas adalah alkohol/ eter. Karena dapat bereaksi dengan logam Na, maka senyawa tersebut adalah alkohol. Jika dioksidasi dapat memerahkan lakmus, berarti bersifat asam jika dioksidasi. Maka hasil oksidasinya adalah asam karboksilat (oksidasinya sempurna). Asam karboksilat hanya dihasilkan dari oksidasi sempurna alkohol primer.
Jawaban: b
Alasan: Reaksi substitusi hanya menyebabkan pertukaran 1 atom saja. Pada reaksi di atas, H yang terikat pada O digantikan oleh Na.
Jawaban: e
Alasan: 2-butanol adalah alkohol sekunder, maka jika dioksidasi akan menghasilkan keton dengan jumlah atom C yang sama dan letak gugus fungsi yang sama pula.
Jawaban: a
Jawaban: b
Alasan: Alkohol polihidroksi adalah alkohol yang mempunyai gugus -OH lebih dari satu. Pada gliserol terdapat gugus -OH sebanyak 3. Untuk glikol terdapat -OH sebanyak 2.
Jawaban:a
Jawaban: e
Alasan: Gugus fungsi eter adalah -O-. (a) adalah gugus alkanon/ keton, (b) adalah alkohol, (c) adalah aldehid, (d) ester, (e) eter.
Jawaban: b
Alasan: Titik didih eter lebih rendah daripada alkohol
Jawaban: d
Jawaban: a
Alasan: Senyawa A tidak bereaksi dengan Na, menunjukkan bahwa senyawa A adalah senyawa eter. Eter jika bereaksi dengan HI berlebih, akan menghasilkan R-I, R'-I, dan H2O. Hasil hidrolisisnya adalah 2-propanol (alkohol sekunder), jadi yang dihidrolisis adalah R-I. Karena hasilnya adalah alkohol sekunder, maka R=isopropil. Sisa atom C sebanyak 1. Jadi nama senyawa eter tersebut adalah metil isopropil eter.

Jawaban: b
Jawaban: b
Alasan: Senyawa pada soal adalah aldehid. Aldehid hanya dihasilkan dari oksidasi parsial alkohol primer dengan jumlah atom C yang sama.
Jawaban: e
Jawaban: a
Jawaban: d
Alasan: Gugus karbonil adalah gugus di mana ikatan atom C rangkap terhadap atom O. Sedangkan gugus karbinol adalah gugus di mana ikatan atom C tunggal terhada atom O.
Jawaban: c

Jawaban: c
Jawaban: c
Jawaban: d
Jawaban: b
Alasan: Keton merupakan hasil oksidasi parsial alkohol sekunder
Jawaban: a
Alasan: Jumlah aldehid=4 (pentanal, 2-metil butanal, 3-metil butanal, 2,2-dimetil propanal) dan jumlah keton=3 (2-pentanon, 3-pentanon, 3-metil 2-pentanon)
Jawaban: d
Alasan: Aseton (2-propanon) jika direduksi akan menghasilkan 2-propanol atau isopropil alkohol.

Jawaban: c
Jawaban:
Jawaban: e
Alasan: Asam propionat merupakan hasil oksidasi dari aldehid
Jawaban: e
Alasan: ester adalah bahan baku pembuatan parfum dan esen buah-buahan
Jawaban: b
Jawaban: b
Alasan: Senyawa diatas yang bersifat asam adalah asam alkanoat (asam butanoat dan asam 2-metil propanoat)
Jawaban: a
Jawaban: e
Alasan: Ester dapat dibuat dari alkohol dan asam alkanoat melalui proses esterifikasi yang menghasilkan ester dan air. Reaksi ini dapat bolak-balik.
Jawaban: a
Alasan: (sama dengan nomor sebelumnya)
Jawaban:

Jawaban: c

Jawaban: c
Jawaban: b
Untuk soal-soal selanjutnya akan diposting kemudian karena butuh waktu yang cukup lama untuk mengetik soal-soal di atas dan sisanya. Mohon maaf.
Friday, January 22, 2010
Daftar nama rantai alkil
Berikut adalah daftar-daftar nama alkil yang sering digunakan dan sangat penting untuk pemberian nama pada senyawa karbon maupun turunannya.
Daftar nama alkil di atas adalah daftar yang paling sering digunakan di tingkat SMA. Jadi, yang lebih lengkap tidak saya cantumkan.
- Metil
-
- Etil
-
- Propil
-
- Iso-propil
-
- Butil
-
- Sekunder butil (sek-butil)
-
- Iso-butil
-
- Tersier butil (Ters-butil)
-
Daftar nama alkil di atas adalah daftar yang paling sering digunakan di tingkat SMA. Jadi, yang lebih lengkap tidak saya cantumkan.
Alkohol (Alkanol)
Alkohol dengan rumus umum CnH2n+2O yang sama dengan rumus umum eter, keduanya merupakan senyawa turunan alkana yang paling sederhana karena hanya memuat satu atom O.
Tata nama alkohol
Tata nama alkohol dibagi menjadi 2, yaitu tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan tata nama trivial (lazim).
- Pengelompokan alkohol
- Alkohol dengan rumus struktur R-OH (R=gugus alkil) dibagi menjadi tiga macam, yakni alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier.
- Alkohol primer
- Alkohol primer adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 1 atom C yang lain. Contoh: CH3-CH2-OH, CH3(C2H5)CH-CH3-OH, dan lain-lain.
- Letak gugus fungsi alkohol primer ini selalu pada nomor 1. Mengapa? Karena atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 1 atom C yang lain hanya pada ujung rantai saja. Dengan kata lain, gugus fungsi selalu pada nomor 1.
- Key: Gugus fungsi alkohol primer selalu terikat pada -CH2
- Alkohol sekunder
- Alkohol sekunder adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 2 atom C yang lain. Contoh: CH3-CH(CH3)-OH, CH3-CH2-CH(C2H3)-OH, dan lain-lain.
- Key: Gugus fungsi alkohol sekunder selalu terikat pada -CH
- Alkohol tersier
- Alkohol tersier adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 3 atom C yang lain. Contoh: (CH3)3C-OH, CH3-C(CH3)2-OH.
- Key: Gugus fungsi alkohol tersier selalu terikat pada -C
- Tata nama IUPAC
- Tatanama IUPAC alkohol menggunakan gugus hidroksil (-OH). Cara penamaannya=nama cabang+alkanol(panjang rantai:metan, etan, propan, dst +ol). Contoh untuk rantai lurus dengan atom C sebanyak 4 dinamakan Butanol.
Gugus alkohol primer (1-Butanol)
Gugus alkohol sekunder (2-Butanol) - Untuk penomoran rantai, ujung rantai yang paling dekat dengan gugus fungsi selalu rantai nomor 1. Jika jarak ujung kedua ujung ke gugus fungsi sama, maka ujung yang paling banyak cabang menjadi rantai nomor 1.
- Tata nama trivial
- Tata nama trivial alkohol cukup mudah, yakni nama rantai alkil + "alkohol". Misalnya untuk rantai lurus dengan atom C sebanyak 4, maka namanya adalah butil alkohol.
Salam Kenal
Salam kenal untuk para pembaca yang terhormat. Blog ini berisi pengetahuan-pengetahuan seputar pelajaran IPA baik SMP ataupun SMA. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi semuanya. Amiin
Thursday, November 26, 2009
ALAT PENGUKUR PENGUAPAN (EVAPORIMETER PANCI TERBUKA)
PENGUAPANPenguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan
Wednesday, September 9, 2009
RUDOLF VIRCHOW
Rudolf Ludwig Karl Virchow (13 October 1821 � 5 September 1902) adalah seorang dokter Jerman, Antropolog, Aktivis kesehatan masyarakat, ahli patologi, prehistorian, biologi dan politikus. Ia disebut sebagai "Bapak Patologi," dan mendirikan bidang Sosial Kedokteran.
Beberapa istilah Medis yang mengandung kata Virchow antara kain
* Virchow's angle, sudut antara garis dan nasobasilar baris
Beberapa istilah Medis yang mengandung kata Virchow antara kain
* Virchow's angle, sudut antara garis dan nasobasilar baris
Tuesday, September 8, 2009
STRUKTUR SEL BAKTERI DAN CARA BERKEMBANG BIAK
Struktur sel bakteri dapat dikatakan masih sangat sederhana. Pada setiap sel bakteri terdapat beberapa komponen penting, yaitu dinding sel, membrane sel, sitoplasma, dan bahan inti serta beberapa organel sel. Organel tertentu, misalnya flagellum, pilus, kapsul, dan endospora, mungkin hanya dimiliki oleh jenis bakteri tertentu dan tidak dimiliki oleh jenis bakteri lainnya
a. Bahan Inti (DNA
a. Bahan Inti (DNA
Monday, September 7, 2009
CONTOH URUTAN TAKSON (KENTANG)
Dalam Taksonomi, suatu takson yang besar (anggotanya banyak) bisa dibagi lagi menjadi beberapa subtakson yang lebih kecil. Bisa Sub kelas, sub kingdom (contohnya plantae yang punya subkingdom tumbuhan berpembuluh dan tidak berpembuluh). Kita bisa lihat dari contoh urutan takson berikut ini. Ochan ambil kentang aja. Adapun urutan takson kentang adalah sebagai berikut :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
BAKTERI
Istilah bakteri berasal dari bahasa yunani, yaitu bakterion yang artinya batang kecil. Sel-sel bakteri berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati dengan mikroskop. Pada umumnya, panjang sel bakteri berkisar antara 2-10 mikrometer dengan diameter sekitar 0.5-1 mikrometer. Beberapa jenis bakteri memiliki panjang lebih dari 100 mikrometer dengan diameter 0.1-0.2 mikrometer.
Bakteri pertama
Bakteri pertama
Sunday, September 6, 2009
LIMA KINGDOM DALAM BIOLOGI
Dalam klasifikasi makhluk hidup, tingkat takson tertinggi adalah Kingdom. Kingdom disepakati ada lima. Yaitu:
KINGDOM MONERA
Kata monera berasal dari bahasa Yunani moneres yang berarti tunggal. Sesuai dengan namanya, semua anggota kingdom monera merupakan organism bersel tunggal. Ciri utama anggota kingdom Monera adalah belum memiliki membrane inti sel (karioteka) sehingga disebut prokariota (
KINGDOM MONERA
Kata monera berasal dari bahasa Yunani moneres yang berarti tunggal. Sesuai dengan namanya, semua anggota kingdom monera merupakan organism bersel tunggal. Ciri utama anggota kingdom Monera adalah belum memiliki membrane inti sel (karioteka) sehingga disebut prokariota (
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama
Tuesday, September 1, 2009
MEMASANG RECENT POST (DASAR DAN PENGEMBANGAN)
Recent post, alias postingan terbaru adalah widget yang sering digunakan para blogger. O'chan tidak menggunakan pada blog ini, tapi ada beberapa blog O'chan yang lain yang memakainya. Kita punya banyak cara untuk memasangnya, bisa pake fasilitas blogger sendiri (dasar) ato pake html (pengembangan *umumnya lebih bagus). Banyak yang sudah posting cara memasang recent post ini dengan berbagai



.png)

.bmp)







