Indahnya Alam Indonesia

Bukan kemewahan yang menentukan manusia untuk bahagia tetapi suasana hati orang-orang di sekitar kitalah yang membuat hidup ini jadi lebih berarti

Arti Sebuah Kata "Pulang"

Ada saatnya kita hidup untuk pulang, pulang pada sang maha Pencipta atau Pulang untuk keluarga

Bunga

Hiduplah seperti bung yang memberikan warna yang indah bagi sekelilingmu

Sendiri Itu Perlu

Dirimu yang sebenarnya adalah ketika tiada orang yang melihatmu

Lepaskanlah Tawamu

Dari senyum merekalah hati ini okut bahagia wahai anak=anak Indonesiaku

Friday, October 3, 2014

PRAKTIKUM TITRASI REDOKS (UJI VIT C) METODE IODIMETRI KELAS 12 IPA 3 pd 20 OKT 2014

PRAKTIKUM TITRASI REDOKS (UJI VIT C) METODE IODIMETRI KELAS 12 IPA 3
20 OKT 2014

PENENTUAN KADAR VIT C DALAM EKSTRAK JUICE BUAH SEGAR
DENGAN  METODE IODIMETRI SEDERHANA







dirancang dengan modifikasi oleh:
Elizabeth Tjahjadarmawan S.Si,M.Pd
Guru Kimia di SMA Xaverius 1 Jambi

Tujuan Percobaan:  
Menentukan kadar vit C dalam juice buah segar secara sederhana dengan menggunakan metode iodimetri.  Iodometri langsung disebut iodimetri. 

Prinsip percobaan: 
Titrasi iodimetri adalah reaksi antara I2 dengan suatu reduktor (vit C) yang akan bereaksi secara redoks.  Indikator iod-amilum akan memberi tanda berakhirnya titrasi ketika terjadi perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna.  Iodimetri disebut juga iodometri langsung.  Titran sebagai oksidator, titrat sebagai reduktor.

Alat dan bahan:
Bawa gelas plastik bekas AQUA sebanyak 10 gelas.
Bawa air AQUA botol 500 ml (1 botol).
Bawa juice buah segar ( 4 jenis yang berbeda misalnya pepaya, jeruk, kedondong, pisang, mangga, apel, dst..) +/- 300 gram, ditambah air AQUA 150 ml lalu diblender halus.  Saring dengan kain halus dan ambil filtratnya.
Tiap jenis buah bawa sekitar 100 ml saja.  (tiap kelompok harus berbeda).
Tissue dan lap meja
Tepung sagu (2 sdm) + 250 ml air AQUA � aduk � simpan � bawa (sudah jadi)
Betadine botol kecil (1)
Label

Cara Kerja:
A. Menyiapkan larutan
1.  Buat larutan vit. C 0,1% dengan cara menimbang 0,1 g vit C tablet (beli di apotik) lalu larutkan  dalam 100 ml air suling.  Larutan ini digunakan sebagai larutan st�ndar (siapkan dari rumah).  Simpan dalam botol kaca bekas obat,  Botol harus berwarna gelap.  Simpan dalam kulkas.  Larutan ini sudah tersedia di laboratorium.

2.  Buat larutan amilum iodida dengan cara melarutkan 2 sendok makan tepung kanji ke dalam 250 ml air suling, aduk rata.  Tetesi dengan betadine hingga timbul  warna biru tua permanen.  Sambil ditambahkan betadine, larutan terus diaduk hingga homogen. (siapkan dari rumah).  Simpan dalam botol kaca bekas obat,  Botol harus berwarna gelap.  Simpan dalam kulkas.

3.  Buat larutan uji berupa juice buah dalam keadaan segar sebanyak 4 jenis.

B.  Menguji kadar vit. C
1. Ambillah sejumlah tabung reaksi atau wadah dan beri label pada masing-masing tabung.
2. Isilah masing-masing tabung dengan larutan amilum iodida sebanyak 1 ml menggunakan pipet tetes. ( 1 ml= +/- 20 tetes).
3. Tambahkan tetes demi tetes larutan sbb:
a.      Vitamin C standar yang telah dibuat larutan 0,1% ke dalam tabung A sampai warna larutan berubah dari biru tua menjadi jernih.  Catat berapa ml dalam tabel pengamatan.
b.      Ekstrak juice buah segar yang telah Anda siapkan.  Catat berapa ml dalam tabel pengamatan.
c.       Sekarang lakukan pemanasan:
Panaskan larutan standar vit C.
Panaskan 2 jenis ekstrak juice (pilih 2 jenis dari 4 jenis ekstrak juice yang anda bawa).
Lakukan dengan cara yang sama seperti langkah (1-3)
Catat masing-masing berapa volume larutan tsb untuk menjernihkan larutan iod amilum.

Perhitungan:  Dalam 1 ml larutan vitamin C  0.1 % terdapat 1 mg vitamin C.

No
Larutan uji
Jumlah (tetesan)
Jumlah
(ml)
Kadar
vit C (�mg/ml)
Ket
1
Vit C (larutan standar)




2
Juice buah..................




3
Juice buah..................




4
Juice buah..................




5
Juice buah..................




6
Juice buah dipanaskan..................




7
Juice buah dipanaskan..................




8
Vit C (larutan standar)
dipanaskan












KISI-KISI UJIAN MID SEMESTER GANJIL KELAS 10 IPA-OKT 2014

KISI-KISI UJIAN KIMIA KELAS 10 IPA 
MID SEMESTER GANJIL -OKT 2014



Pelajari secara komprehensif mulai dari bab pertama hingga struktur Lewis pada ikatan kimia kovalen.  Setelah itu fokuskan pada:

1.  Elektron, proton, netron, konfigurasi elektron, ion, sifat 
     kemagnetan, periode, golongan, blok, sifat kepolaran, sifat   
     logam, nonlogam, semilogam dalam SPU.
2.  Konsep sifat-sifat periodik unsur: jari-jari atom, ion, EI, AE, dan 
     KE
3.  Pembentukan ikatan kimia kovalen dengan menulis struktur 
     Lewis pada konsep aturan oktet.

KISI-KISI UJIAN MID SEMESTER GANJIL KELAS 12 IPA OKT 2014

KISI-KISI UJIAN MID SEMESTER GANJIL KELAS 12 IPA SMA XAVERIUS 1 JAMBI - OKT 2014



1.  Diagram fasa dan diagram koligatif larutan pelajari                semua bagiannya.
2.  Hitungan sifat koligatif larutan
3.  Reaksi redoks dalam konsep stoikiometri larutan (titrasi 
     redoks).

Selamat belajar.  GBU

Saturday, September 27, 2014

DATA POTENSIAL REDUKSI STANDAR UNTUK LOGAM

DATA POTENSIAL REDUKSI STANDAR UNTUK LOGAM
Eo Red 





Thursday, September 25, 2014

DOKUMENTASI PRAKTIKUM KOLIGATIF KIMIA KELAS 12 IPA 1 SMA XAVERIUS 1 JAMBI

DOKUMENTASI PRAKTIKUM KIMIA KELAS 12 IPA 1 
SMA XAVERIUS 1 JAMBI
TAHUN AJARAN 2014/2015
SIFAT KOLIGATIF:  TURUN TITIK BEKU LARUTAN







DOKUMENTASI PRAKTIKUM KOLIGATIF 12 IPA 2 
(6 OKT 2014)

ukur suhu es batu awal



mengukur larutan sample



es batu ditaburi garam dapur



DOKUMENTASI HASIL PRAKTIKUM OSMOSIS PADA SEL WORTEL KELAS 12 IPA 2

DOKUMENTASI HASIL PRAKTIKUM OSMOSIS 
PADA SEL WORTEL
KELAS 12 IPA 2 - SMA XAVERIUS 1 JAMBI
TAHUN AJARAN 2014/2015


Wortel dalam larutan hipertonik: NaCl 10% dan Sukrosa 20%.






Wortel dalam larutan hipotonik: air murni direndam selama 3-5 hari.




Wednesday, September 24, 2014

ATURAN BILOKS DALAM REAKSI REDOKS DAN DAFTAR REDUKTR OKSIDATOR 2014

ATURAN BILOKS DALAM REAKSI REDOKS
DAN DAFTAR REDUKTOR OKSIDATOR
MATERI KIMIA KELAS 10 IPA dan KELAS 12 IPA
TAHUN 2014

Titrasi redoks (uji vit C) contoh reaksi redoks

Aturan bilangan oksidasi (biloks) menurut Kotz (2007):

1.     Tiap atom dalam unsur murni mempunyai bilangan oksidasi nol. 
CONTOH:
Biloks logam Cu = 0; biloks atom I dalam I2= 0; biloks atom S dalam S8 = 0.
Biloks unsur berikut Be, K, Pb, H2, O2, P4, S8, masing-masing  = 0

2.     Untuk ion monoatom , bilangan oksidasi sama dengan muatan ion itu sendiri.
Ion Mg dengan muatan 2+ biloksnya = + 2.
Biloks Li+ =+1; Fe3+ = +3;  O2-= -2; S2- = -2; N 3- = -3, dll

3.     Ketika digabung dengan unsur lain, Fluorin mempunyai biloks -1.

4.     Biloks atom O = -2 dalam hampir semua senyawa. Kecuali pada senyawa;
(a)  jika oksigen bergabung dengan fluorin maka oksigen akan mempunyai biloks positif.
CONTOH:
Biloks atom O dalam F2O adalah +2.
(b)Dalam senyawa  peroxides (seperti Na2O2maka biloks O = -1) dan superoxides
(misal KO2 maka biloks O = -1/2)

5.     Atom Cl, Br, dan I mempunyai biloks -1 dalam senyawanya, kecuali jika bergabung dengan atom Oksigen dan Fluorin.  Artinya biloks atom Cl = -1 dalam NaCl namun pada ion ClO-, biloks atom Cl = +1 (dan atom O mempunyai biloks  -2).

6.     Biloks atom H = +1 dalam hampir semua senyawa.  Kecuali jika atom H bereaksi dengan atom logam membentuk senyawa hidrida maka biloks H = -1.
CONTOH:
NaH, biloks Na= +1; biloks H = -1
CaH2, biloks Ca=+2; H = -1

7.     Jumlah aljabar biloks untuk semua atom dalam senyawa netral haruslah nol. Namun dalam ion poliatomik , jumlahnya haruslah sama dengan muatan ion tersebut.
CONTOH:
HClO4; biloks H = +1 dan tiap atom O =  -2. Maka atom Cl biloksnya = +7.

Biloks CO2 =0; biloks H2SO4= 0; biloks CH3COOH = 0

DAFTAR OKSIDATOR

1.  Batu kawi:  MnO2-> Mn 2+ 
2.  MnO4 � (suasana asam) -->  Mn 2+
3.  MnO4 � (suasana basa)  -->  MnO2
4.  H2O2  (asam) -->  H2O
5.  H2O2  (basa) --> OH  -
6.  Cr2O7  2-  -->Cr  3+
7.  ClO3  -  --> Cl  -
8.  IO3  - -->  I �
9.  SO4  2- -->  SO2
10.  NO3 -  (pekat) -->  NO2
11.  NO3 -  (encer)-->  NO
12.  H +  --> H2
13.  O3 -> O2



DAFTAR REDUKTOR
1.  H 2 -->H+ 
2.  X �  ->  X2
3.  H2S  -->  S
4.  M �  M +  (M=logam bervalensi +1)
5.  H2C2O4 --> CO2
6.  CO    -> CO2
7.  H2O2  --> O2
8.  C  -->  CO (T > 1000 o C)
9.  C -->  CO2 (T < 800 o C)